Cybercrime

Di masa-masa sekarang ini, sudah terdapat banyak kejahatan di dunia. Bukan lagi kejahatan yang hanya dapat dilakukan di dunia nyata, namun kejahatan di masa saat ini sudah dapat dilakukan di dunia maya. Mungkin saat ini masyarakat yang aktif pada jejaring sosial Twitter, sangat mengenal dengan sosok misterius yang menggunakan account @TengkuSophia, dan @Imsophiea. Dikenal @TengkuSophia selalu menuliskan tweet yang mencela agama Islam dan negara tetangga kita, Malaysia. Tentu hal ini sangat meresahkan umat Islam dan warga Malaysia. Untuk memahami secara mendalam dengan arti kata kejahatan dunia maya atau lebih sering dikenal dengan Cybercrime saya akan membahasnya untuk kalian para pembaca sejati.

Cybercrime dapat diartikan kejahatan atau tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh seseorang dengan menggunakan sarana komputer. Dengan kemajuan Internet, di mana komputer-komputer di dunia terhubung satu dengan yang lain, cybercrime pun tidak lepas dari peranan Internet. Dengan kata lain, cybercrime dapat diartikan sebagai kejahatan yang dilakukan di Internet atau dunia maya.

Kejahatan di dunia maya mempunyai karakteristik yang berbeda dengan kejahatan biasa. Beberapa karakteristik dari kejahatan Internet adalah sebagai berikut.

  • Kejahatan melintasi batas-batas negara,
  • Sulit menentukan yurisdiksi hukum yang berlaku karena melintasi batas-batas negara,
  • Perbuatan yang dilakukan secara ilegal, tanpa hak, atau tidak etis tersebut terjadi di ruang/wilayah maya (cyberspace) sehingga tidak dapat dipastikan yurisdiksi hukum negara mana yang berlaku terhadapnya,
  • Menggunakan peralatan-peralatan yang berhubungan dengan komputer dan Internet,
  • Mengakibatkan kerugian yang lebih besar dibandingkan dengan kejahatan konvensional,
  • Pelaku memahami dengan baik Internet, komputer, dan aplikasi-aplikasinya.

Berikut ini ada beberapa macam bentuk kejahatan yang dilakukan dengan memanfaatkan komputer dan Internet, diantaranya:

  1. Unauthorized Access, merupakan kejahatan yang dilakukan dengan cara memasuki komputer atau jaringan komputer secara tidak sah atau tanpa izin. Penyusupan dilakukan secara diam-diam dengan memanfaatkan kelemahan sistem keamanan jaringan komputer yang disusupi. Biasanya, penyusupan dilakukan dengan tujuan mencuri informasi penting dan rahasia, sabotase (pelakunya disebut cracker).
  2. Illegal Contents, merupakan bentuk cybercrime yang dilakukan dengan cara memasukkan data atau informasi ke Internet tentang sesuatu hal yang tidak benar dan tidak sesuai dengan norma-norma dengan tujuan untuk merugikan orang lain atau untuk menimbulkan kekacauan.
  3. Data Forgery, merupakan bentuk cybercrime yang dilakukan dengan cara memasukkan data-data yang tidak benar.
  4. Cyber Espionage, merupakan bentuk kejahatan dunia maya yang dilakukan dengan memasuki jaringan komputer pihak atau negara lain untuk tujuan mata-mata. Kejahatan jenis ini biasanya dilakukan untuk mendapatkan informasi rahasia negara lain atau perusahaan lain yang menjadi saingan bisnis.
  5. Cyber Sabotage and Extortion, merupakan bentuk kejahatan dunia maya yang dilakukan untuk menimbulkan gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap sesuatu data, program, atau jaringan komputer pihak lain. Kejahatan ini dapat dilakukan dengan memasukkan virus atau program tertentu yang bersifat merusak. Kejahatan ini sering disebut sebagai cyber-terrorism.
  6. Offense Against Intellectual Property, merupakan kejahatan yang dilakukan dengan cara menggunakan hak kekayaan atas intelektual yang dimiliki pihak lain di Internet.
  7. Infringements of Privacy, merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi yang bersifat pribadi dan rahasia. Apabila data-data pribadi ini diketahui orang lain, maka dapat merugikan pemilik data.
  8. Phising, merupakan bentuk kejahatan cyber yang dirancang untuk mengecoh orang lain agar memberikan data-data pribadinya ke situs yang disiapkan oleh pelaku. Situs tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai situs resmi milik perusahaan tertentu. Korban kemudian diminta memberikan data-data pribadinya di situs palsu tersebut.
  9. Carding, merupakan kejahatan penipuan dengan menggunakan kartu kredit. Penipuan tersebut dilakukan dengan cara mencuri data-data nomor kartu kredit orang lain dan kemudian menggunakannya untuk transaksi di Internet. Carding merupakan salah satu bentuk kejahatan yang marak terjadi di Indonesia dan beberapa negara lain di dunia, seperti Nigeria, Ukraina, dan di Pakistan. Menurut data yang ada pada tahun 2004, Indonesia merupakan negara yang paling tinggi dalam melakukan cybercrime berupa carding.

Kejahatan di Internet adalah kejahatan yang melintasi batas-batas negara. Karena itu, usaha penanggulangan kejahatan dunia maya tidak dapat dilakukan oleh negara-negara tertentu saja. Kejahatan Internet harus ditanggulangi secara bersama-sama. Demikianlah pembahasan dari saya tentang cybercrime. Semoga dapat dijadikan manfaat dan penambah wawasan tentang teknologi. Sekian~

Sumber dikutip dari: Pandia, Henry.2007.Teknologi Informasi dan Komunikasi 1.Jakarta:Penerbit Erlangga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s